Dukungan Penolakan Penggusuran Pedagang Bunga dan Ikan Hias Barito Jakarta Selatan

  • Author:
    n/a
  • Send To:
    semua orang yang peduli dengan 'Keberadaan' kami
  • Sponsored By:
    KOBAR
  • More Info at:
Kami Para Pedagang Bunga dan Ikan Hias Barito Blok-M Jakarta Selatan mengharapkan dukungan anda untuk mengisi petisi penolakan relokasi ( pemindahan/penggusuran)yang akan dilaksanakan oleh PEMDA DKI Jakarta. Didasari oleh penjelasan kami di bawah ini:

MENGAPA PEMDA DKI JAKARTA
AKAN MERELOKASI PEDAGANG TAMAN AYODIA (BARITO)

a) Alasan PEMDA DKI untuk merelokasi kami, akan difungsikanya kembali taman ayodia sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH), Padahal Kepala Dinas Pertamanan DKI Jakarta Ibu Ir. Sarwo Handayani mengatakan bahwa Satu Kelurahan cukup memiliki 2 taman dengan luas 2.000 m2 untuk keperluan RTH dan daerah resapan (majalah Garden edisi 09 thn 2007). Sedangkan disekitar kelurahan Kramat Pela banyak terdapat taman dan bahkan didekat kami ada Taman Langsat yang memiliki luas lebih dari 6 hektar dan Taman Lauser 4 hektar. Dengan alasan RTH tersebut jelas bahwa Dinas Pertamanan tidak konsisten!!!. Sekitar 30 SPBU yang berada dijalur hijau tidak / belum ditertibkan. JS 18 pedagang bunga di Ragatnata Blok S yang juga berada di jalur hijau tidak ditertibkan, bahkan direnovasi !!!.

b) Bangunan kios kios Pedagang dianggap telah menutupi pemandangan taman & juga penyebab tercemarnya kolam dibelakang kios pedagang yang menyebabkan kolam tersebut menjadi kotor dan jorok. Padahal hasil buangan limbah dari restoran, hotel dll. yang berada disekitar Jl. Mahakam merekalah yang memberikan kontribusi terbesar pada pencemaran sumber air di Taman Ayodya (hasil test sample air pada Laboratorium DKI).

c) Sampai dengan saat ini tanggal 10 November 2007, kami para pedagang di taman ayodia belum pernah disosialisasikan secara resmi mengenai rencana relokasi . Kami justru tahu dari Media (Koran & TV) seolah-olah kami telah disosialisasi dan keberadaan tempat usaha kami disini hanya sampai Akhir Tahun 2007.

d) Tempat penampungan kami yang diusulkan oleh PEMDA di Pasar Inpres Radio Dalam dengan Model Hanggar (terbuka) Ukuran 2 m X 2 m, jelas hanya untuk mematikan usaha para pedagang.


Amat sangat naпf, jika relokasi kami hanya mengatas namakan Ruang Terbuka
Hijau, Taman Kota dan Daerah Resapan, tanpa mengkaji aspek berikut :

PENOLAKAN RELOKASI
PEDAGANG BUNGA & IKAN HIAS
TAMAN AYODIA - BARITO

a) Ekonomi. Dengan potensi perputaran uang hingga milyaran rupiah, pemkot tidak pernah mengkaji secara mendalam (apalagi mendukung dan membina) bidang usaha bunga, ikan hias dll. Dan karena KETIDAK MENGERTIAN & KETIDAK PAHAMAN tersebut, maka pemkot tidak pernah merasa memiliki kawasan lokasi PKL di Barito, Mahakam, Melawai, Lamandau sebagai ikon yang memiliki bangunan ekonomi (meminjam istilah Bapak Suluh Sudiharto, Kabag Administrasi Perekonomian Jakarta Selatan) yang menjanjikan Pendapatan Asli Daerah dalam jumlah yang cukup signifikan dan sebagai ikon pariwisata nasional yang sangat membanggakan.

b) Aspek Usaha. Diperlukan waktu yang tidak sebentar untuk mendapatkan kondisi ideal -minimal normal- kembali. Dalam kurun waktu tersebut, perjalanan menuju kondisi itu memerlukan biaya seperti promosi, overhead, operasional, dll yang tidak sedikit. Dan TIDAK ADA pihak yang mau & berani BERTANGGUNG JAWAB atas kondisi ini.

c) Sosial. Disaat Pemerintah INDONESIA bekerja keras mengatasi kemiskinan & ketenaga kerjaan, pemerintah kota DKI malah mengeksekusi sebuah kebijakan yang sangat kontraproduktif. Dengan relokasi tanpa kajian yang matang ini, ribuan pekerja yang bergantung pada usaha kami akan kehilangan mata pencarian. Dan ribuan anggota keluarga mereka dengan sendirinya akan terancam kelangsungan hidupnya.

Penerapan Perda mengenai Retribusi yang tidak konsisten. Ketika Kartu Izin Usaha kami tidak lagi (diizinkan) diperpanjang, pungutan retribusi tetap berjalan hingga hari ini.

Dari hal hal tersebut diatas dengan ini :

KAMI PARA PEDAGANG BUNGA & IKAN HIAS TAMAN AYODIA
MENOLAK UNTUK DIRELOKASI !!!

KAMI ADALAH BAGIAN DARI RAKYAT INDONESIA
KAMI TIDAK MENUNTUT BANYAK
KAMI HANYA MINTA KEADILAN ATAS HAK KAMI SEBAGAI RAKYAT INDONESIA
UNTUK DAPAT HIDUP DENGAN LAYAK DENGAN BERDAGANG!!!


KAMI SIAP MEREVITALISASI TAMAN AYODIA
DENGAN BIAYA SENDIRI (SWADAYA PEDAGANG)
DENGAN KONSEP RANCANGAN BERBASIS EKOLOGI !!!

KAMI BUKAN SAMPAH MASYARAKAT !!!
KAMI TIDAK INGIN MATI !!!

DUKUNGLAH KAMI !!!